Cara Perawatan Mesin Press Hidrolik

Product Information

Pemeliharaan dan perawatan mesin press hidrolik sangat lah penting agar membuatnya bekerja pada kinerja puncak.

Berikut kiat pemeliharaan dan perawatan mesin press hidrolik

  1. Kebocoran oil semua lini hidrolik harus diperiksa karena kebocoran yang sangat kecil pun dapat menimbulkan problem yang sangat besar. Fitting yang longgar harus dikencangkan dan bersih dari bocoran oil. Memelihara kebersihan mesin press akan membantu anda melokalisir kebocoran baru yang mungkin terjadi.
  2. level oil jika perlu, sampai maksimum. Untuk menentukan jenis oil yang harus anda gunakan, perhatikan oil tag yang diberikan pada hampir semua mesin.
  3. Sekrup-Sekrup longgar Beberapa die menimbulkan getaran dan guncangan yang dapat melonggarkan sekrup-sekrup disekitar bidang tooling.
  4. Guided plantens beberapa bushing fitting harus memiliki film yang tipis pada rod. Pelumasan yang berlebihan dapat menimbulkan akumulasi kotoran dan keausan prematur bearing. Bushing lainya mempunyai fitting jenis katup pemeriksaan di mana frafit diintragiskan menjadi perunggu. Bushing ini memerlukan pemeliharaan yang sangat sedikit. Jangan pernah menggunakan gemuk untuk jenis bearing ini.
  5. Suhu pemanas setelah mesin dipanaskan hingga temperatur operasi, periksa suhu oil. Idealnya, temperatur tersebut adalah 48 oC.
  6. Light curtains biarkan sianra msuk ketika ram bergerak turun. Mesin press seharusnya berhentin dengan segera. Membiarkan sinar masuk pada upstroke dapat menghentikan mesin press. Perhatikan manual pemilik untuk kinerja yang tepat.
  7. Kebersihan periksa untuk memastikan bahwa bidang kerja bersih. Ini membantu memastikan lingkungan kerja yang aman dan mencegah kecelakaan.

Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan
biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada seal hydrolis yang
merupakan komponen dari mesin press dan slang oil burner yang merupakan komponen mesin
press untuk proses hot forming. Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan
komponen-komponen biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan
harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan
mengoptimalkan biaya. Dari hasil perhitungan dapat menekan biaya total berkisar antara
35,07% sampai 90,73% dari biaya total semula.